>

blog saya

Kalau ada kekurangan dalam tulisan artikel silahkan shobat2 semua koreksi dan kasih masukan makasih

Wednesday, 19 February 2014

Jalan untuk mengenal cacat cela diri sendiri

     JALAN UNTUK MENGENAL CACAT DAN CELA DIRI SENDIRI
     Ketahuilah apabila Allah SWT menghendaki seorang hamba-Nya menjadi seorang yang baik , maka Allah SWT menunjukkan kepadanya akan cacat-cacat yang berada pada dirinya . Bagi orang, yang memiliki penglihatan batin yang awas , tidak tersembunyi baginya cacat dan celanya sendiri, dan setelah diketahui nya , maka segeralah ia bertindak dan berusaha untuk memperbaiki dan mengobatinya.
Tetapi kebanyakan orang , tidak mengenal cacat dirinya sendiri!.
Mereka dapat melihat kuman diseberang lautan , tetapi gajah dipelupuk matanya sendiri tiada kelihatan.
  Perihal berkawan ini juga harus diperhatikan, carilah kawan yang setia dan boleh dipercaya,pandai dan patuh pada agamanya, untuk jadikan pengawas bagi dirinya, yang selalu mengawasi gerak-gerik dan perbuatannya agar dapat memperingatkan apabila terjadi sesuatu perbuatan , budi pekerti, cacat lahir dan batin yang tidak semestinya.
   Pernah suatu ketika , Umar bin Khattab ra. bertanya kepada Salman Al Farisi ra. tentang cacat beliau, pada waktu Salman datang menghadap beliau :
 "Ya Salman!Apakah yang engkau dengar tentang diriku yang tidak engkau senangi?"
Salman minta maaf tidak dapat memberikan jawaban. Tetapi beliau selalu mendesaknya, dan akhirnya Salman mengatakan:
"Sya mendengar bahwa tuan mengumpulkan dua lauk pauk dalam satu hidangan, dan tuan memiliki dua macam pakaian , yaitu pakaian diwaktu siang dan pakaian diwaktu malam".
Beliau bertanya, "Apakah hanya itu, tidak mendengar yang lainnya?"
Salman menjawab. "tidak"

Selanjutnya beliau menegaskan dalam kedua persoalan itu, "Kedua-duanya aku bereskan "
Demikianlah beliau selalu mencurigai dirinya sendiri, sekalipun kedudukan beliau sudah denikian tinggi dan mulia.
  Orang yang lebih pandai dan lebih tinggi pangkatnya, akan semakin lebih sedikit membanggakan dirinya, dan lebih besar curiganya kepada dirinya sendiri. Tetapi hal yang demikian ini jarang sekali terdapat!Sedikit sekali mereka yang senanga berterus terang dan tidak berbuat pura-pura, yang mau mengatakan jujur tentang cacat seorang kawannya, dan jarang pula orang yang tidak merasa iri , sehingga tidak berkelebihan dalammelakukan kewajibannya terhadap kawannya sendiri.
Zaman sekarang keadaanya sudah berubah dan terbalik ! Orang yang memberi nasehatdan menunjukkan cacat orang lain itu adalah orang yang dibenci, hal ini hampir menjadi tanda kelemahan iman. karena akhlak buruk itu adalah ular dan kalajengking yang senang menggigit dan menyengat.
 Padahal lebih besarlah keuntungan orang yang ingin mengetahui cacat dirinya sendiri, yang mau memperhatikan kata-kata lawannya,yang selalu mengatakn tentang cacatnya itu,daripada mendengar kata-kata kawanya yang berpura-pura, yang selalu memuji dan menyanjungnyadan senantiasa membisu tentang cacat kawannya apabila dihadapannya.Hanya watak manusia itu menolak tanpa alasan apa saja yang datang dari lawannya, tetapi orang bijaksana "Selalu mengambil manfaat dari kata-kata musuhnya, karena cacatnya telah di hambur-hamburkan oleh kawannya.

No comments:

Post a Comment