>

blog saya

Kalau ada kekurangan dalam tulisan artikel silahkan shobat2 semua koreksi dan kasih masukan makasih

Saturday, 1 August 2015

Cobaan dan kesabaran dalam menghadapi penyakit


Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

  Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah 155-157, yang artinya:
  " Dan sesungguhnya Kami akan menguji kalian dengan berbagai cobaan berupa rasa takut,kelaparan ,kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan . Berikanlah khabar kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang jika ditimpa musibah mereka berkata ; Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, " sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah pula kami akan kembali". Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kehormatan dan rahmat dari Rabb mereka dan merekalah orang-orang yang memperoleh petunjuk."
  Sebagai orang beriman, kita mempercayai bahwa dibalik segala sesuatu yang terjadi pada manusia pasti ada hikmahnya . Semua yang dialami dalam hidup ini adalah cobaan Allah SWT . Supaya manusia bisa membuktikan sikapnya dalam menghadapi segala macam ujian. Untuk mengetahui seberapa jauh iman manusia dapat mengendalikan dirinya .
  Allah berfirman dalam QS. Al-Mulk : 2 ;
Yang artinya;" yang menjadikan mati dan hidup ,supaya Dia menguji kamu,siapa diantara kamu yang baik amalnya."
  Allah swt. menjadikan makna dan jangka waktu kehidupan manusia ini sejak mulai lahir sampai tutup usia. Kehidupan riil manusia didunia ini adalah untuk menguji manusia : siapa diantara mereka yang terbaik amalannya. Kehidupan adalah mata rantai dari sekian banyak peristiwa. Kalau peristiwa yang berantai sejak lahir sampai tutup usian disimpulkan ,hasilnya antara lain ada yang menyenangkan dan ada yang tidak menyenangkan . Contohnya, kesehatan itu sangat menyenangkan kaya dan berkecukupan itu menyenangkan , sedangkan menjadi miskin itu tidak menyenangkan .
  Seluruh kehidupan manusia adalah mata rantai dari kejadian-kejadian itu yang datang silih berganti ,tidak ada manusia yang terbebas darinya. Hanya saja masing-masing manusia berbeda persentase antara hal-hal menyenangkan dan tidak menyenangkan yang menimpa dirinya.
  Yang namanya kehidupan itu sifatnya adal ah perjuangan . Artinya,manusia harus selalu siap mental dalam menghadapi ujian dan tantangan. keberhasilan manusia adalah seberapa jauh dia mampu menghadapi tantangan dan seberapa jauh pula dia mampu menjadikan dirinya lulus dari ujian-ujian tersebut.
  Orang beriman itu dari waktu ke waktu selalu menghadapi ujian keimanan . Lalu dijelaskan bahwa ujian itu," wa balaunahum bil hasanati wa-syayyi'at"( dan kami coba manusia dengan (nikmat) yang baik-baik dan ( bencana) yang buruk). Dalam ayat lain dipertegas ,"wanablukum bisy- syarri wal-khairi fitnah",( kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan ).
  Jadi, hal pertama yang perlu dipahami manusia bahwa hakikat ujian itu tidak berarti hanya hal-hal yang menyulitkan saja, melainkan juga hal-hal yang menyenangkan . Namun sayangnya ,sebagian besar manusia cenderung memahami bahwa ujian itu adalah hal-hal yang menyulitkan dalam kehidupannya .
  Karena manusia tidak melihat hal-hal yang menyenangkan adalah ujian, maka pada waktu itu dia berada dalam keadaan yang menyenangkan ,misalnya dalam keadaan sehat, berkuasa dan kaya,dia akan lupa daratan atau bahkan lupa diri.
  Banyak orang yang lulus dalam ujian kesusahan ,tetapi tidak lulus dalam ujian kesenangan . Hal ini yang ingin diberikan pengertian dalam islam supaya manusia memahami hakikat kehidupan . Tujuannya agar manusia tidak hanyut dalam kegembiraan pada waktu senangnya. Rasulullah saw. Bersabda ," watak seorang mukmin itu mengagumkan karena kalau mendapat kesulitan dia akan sabar, kalau mendapat kenikmatan dia akan bersykur".
  Kehidupan seorang mukmin itu harus selalu dalam keadaan  seimbang antara rasa sabar dan rasa syukurnya.
  Dalam kerangka berpikir filsafat kehidupan ini,kita harus melihat dan menyikapi keadaan sakit. Sakit adalah salah satu aspek kehidupan manusia . Bila manusia tidak memahaminya,dia akan menganggap sakit itu suatu derita yang besar. Manusia harus menerima sakit itu sebagai sesuatu yang wajar. Tidak berarti kita harus mencari-cari sakit,tetapi kalau sakit itu datang pada waktunya,kita tidak patah hati menerimanya.
  Islam tidak menginginkan orang sakit tanpa usaha karena Rasulullah saw. Telah bersabda,bahwa setiap penyakit itu ada obatnya dan kita semua disuruh untuk berobat. Penyakit yang diderita seseorang tidak terlepas dari seluruh mata rantai kehidupannya ,dan penyakit itu harus didudukkan dalam makna ujian . Penyakit adalah salah satu ujian Allah yang dianggap orang sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan . Pada waktu orang sakit ,imannya akan teruji. Karena sakit itu sesuatu yang tidak menyenangkan ,maka keberadaanya harus diterima dengan segala kesabaran. Akhir kata semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua ,yakinilah dalam hati dan memohon ampun atas segala perbuatan perbanyak istighfar ,semoga Allah memberikan kita taufik dan hidayahnya ,Aamiin.

 Blog saya 

 http://bayujhonsegara.blogspot.com 


No comments:

Post a Comment